img
© Orangutan Tapanuli - Saddam Husein, Konservasi Indonesia
Profil

Orangutan Information Center (OIC)

single

Orangutan Information Center (OIC)

  • Alamat:

    Bunga Sedap Malam XVIII C No. 10 Medan Selayang, North Sumatra 20131

  • Bidang:

    NGO

Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Pusat Informasi Orangutan (YOSL-OIC) adalah organisasi nirlaba berbasis masyarakat yang bermarkas di Medan, Sumatera Utara. Kami bekerja sama dengan komunitas lokal yang tinggal di kawasan yang dihuni oleh orangutan di Ekosistem Leuser dan Ekosistem Batang Toru. Ekosistem Leuser merupakan habitat alami terakhir yang tersisa bagi orangutan Sumatra dan merupakan salah satu hutan tropis terpenting yang masih ada di Asia. Ekosistem Leuser adalah satu-satunya tempat di Bumi di mana orangutan, harimau, badak, dan gajah hidup berdampingan di alam liar, menjadikannya lanskap prioritas tinggi untuk upaya konservasi serta memperoleh status penting secara global. Ekosistem Batang Toru adalah kawasan pegunungan hutan hujan di Provinsi Sumatera Utara. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis), yang ditemukan pada tahun 2017 sebagai spesies orangutan baru, endemik di Ekosistem Batang Toru. Dengan populasi diperkirakan kurang dari 800 individu, orangutan Tapanuli diklasifikasikan sebagai Terancam Punah. Mencakup area sekitar 1.420 kilometer persegi, Ekosistem Batang Toru berfungsi sebagai habitat bagi banyak spesies langka dan terancam punah lainnya, termasuk harimau Sumatra, spesies kucing lainnya, trenggiling, tapir, dan beruang madu.

OIC didirikan pada tahun 2001 oleh Panut Hadisiswoyo sebagai pusat informasi khusus untuk orangutan. Sejak itu, OIC telah memperluas kegiatan dan mengembangkan berbagai proyek yang berfokus pada perlindungan hutan, konservasi satwa liar, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengenalan praktik pertanian berkelanjutan. Staf kami berasal dari berbagai bidang profesional. Bekerja sama dengan keahlian, passion, dan komitmen yang sama membantu mencapai tujuan utama konservasi. Kami juga yakin bahwa masyarakat lokal adalah yang paling cocok untuk memberikan dampak positif dan membantu hutan Sumatra serta keanekaragaman hayati. Melindungi orangutan, satwa liar, hutan, dan komunitas adalah sarana melalui mana kami melindungi planet kita.